Gamalan #32 : Untitled

Standar

Kematian terjadi kapan saja
Beberapa mati diwaktu tidurnya
Beberapa mati diwaktu kerjanya
Beberapa mati ketika sudah tua
Beberapa mati ketika masih muda

Kematian terjadi di mana saja
Beberapa mati di jalanan
Beberapa mati di sebuah ruangan
Beberapa mati di tengah lautan
Beberapa mati di tengah hutan

Kematian terjadi dengan berbagai skenario
Beberapa mati digerogoti penyakit
Beberapa mati ditengah perang
Beberapa mati karena usia
Beberapa mati karena kecelakaan

Kapan kita mati
Dimana kita mati
Bagaimana kita mati
Pertanyaan yang menarik
Tapi tak banyak yang mau menjawab

Bagaimana dengan anda

Surabaya, 6 September 2014

Iklan

Blab #18 : Jadi, kapan rencanamu untuk mati?

Standar

Sudah lama gak nulis, kenapa? inspirasi? males? saya juga kurang tahu. terus kenapa nulis lagi? lagi pengen? sepertinya begitu.

Singkat saja. I want to talk about Death. Kematian. Ya kematian, kenapa? Karena seperti yang kita tahu, manusia akan mati, saya akan mati, kita akan mati. Mungkin tidak sekarang, bisa jadi 1 hari lagi, bisa jadi 6 jam lagi, 5 menit lagi, atau bahkan dua detik lagi.

Seperti yang ada di postingan sebelumnya, most of people don’t think seriously about death. Tidak percaya? Coba tanya orang disampingmu, “Kapan rencanamu untuk mati?”. Saya tahu ini aneh, bahkan kalau saya bertanya padamu, mungkin jawabanmu juga sama seperti kebanyakan orang lain, “saya tidak tahu”.

Saya tidak bilang, jawaban itu salah. Tapi, jawaban itu juga tidak sepenuhnya benar. Orang yang sadar tentang kematian, dan benar-benar ingin menyiapkan kematiannya tidak akan menjawab dengan jawaban seperti itu.

Jadi, kapan rencanamu untuk mati?

Surabaya, 5 September 2014.

Gamalan #26 : Tak Ceria Lagi Langit Ini

Standar

Angin berhembus
Bawa abu letusan vulkanik
Menutupi keindahan alam ini
Mencuri hijaunya daun
Mencuri keceriaan saudara kami
Menutupi keceriaan jumat mubarak
Tak ceria lagi langit ini

Lagi
Bencana terpa negeri ini
Setelah ini
Entah bencana apa lagi
Entah bencana kapan lagi
Entah bencana dimana lagi

Tuhan ampunilah kami
Ampuni dosa kami
Ampuni kesombongan kami
Ampuni kami
Tuhan terimalah taubat kami
Terimalah do’a kami

link asli

Gamalan #22 : Manusia Itu Terlalu Senang 4.0

Standar

Manusia itu terlalu senang
terlalu sering dipuji
akhirnya sombong

Manusia itu terlalu sering sombong
sudah tahu dirinya lemah
sudah tahu dirinya terbatas
tapi tidak minta tolong pada Al Khaliq

Manusia itu terlalu sering sombong
dikiranya buatannya itu lebih baik
hanya karena pujian
hanya karena pengakuan
padahal buatannya banyak cacat
padahal buatannya malah jauh dari taat

Manusia itu terlalu senang
senang dipuji
jadinya sombong
jadinya jauh dari taat
padahal yang jauh dari taat itu rugi
padahal yang jauh dari taat itu celaka
padahal yang jauh dari taat itu dekat neraka

– dari satu kalimat jadi banyak paragraf, banyak versi