Gamalan #36 : Gelap I

Standar

malam datang
rumah kita dirampok
rumah kita dirusak
rumah kita dibakar
sedangkan pagi tak kunjung datang

malam masih panjang
tak ada yang datang membantu
yang datang hanya tikus-tikus
merusak apa yang ada
sedangkan kita tidak bisa apa-apa

malam masih panjang
tikus-tikus datang semakin banyak
mengundang seluruh keluarga dan temannya
tikus-tikus berpesta pora
sedangkan kita tak mau berbuat apa-apa
sedangkan cahaya matahari tak tahu kapan datangnya

Gamalan #21 : Selalu Ada Pilihan

Standar

Selalu ada pilihan
hidup memang selalu ada pilihan
juga selalu ada konsekuensinya
memilih untuk bersyukur atau mengeluh
memilih untuk bekerja atau duduk menunggu
memilih untuk belajar atau terjebak dalam kegelapan
memilih untuk berjuang atau diam menonton
memilih untuk menerapkan Syariat Islam atau hukum buatan manusia

hidup memang selalu ada pilihan
juga selalu ada konsekuensinya
dan jangan kira hasilnya akan sama

link asli

Gamalan #17 : Jelas Kami Kecewa

Standar

Raung demokerasi menindas masyarakat
Berpadu dengan jeritan alam

Tawa binatang parlemen yang serakah
Atas nama rakyat berbuat semaunya

Jelas kami kecewa
Menatap Islam yang dulu gagah perkasa
Kini tinggal cerita pengantar tidur

Manusia salah itu keniscayaan
Aturan manusia diterapkan
Kehancuran datang itu pasti

Oh
Jelas kami kecewa
Aturan Al Khaliq disingkirkan
Demi kekuasaan semu
Tak ingat siapa yang kasih rezeki

Oh
Jelas kami kecewa
Melihat umat cuma diam
Melihat kami cuma diam
Melihat umat belum berbuat banyak
Melihat kami belum berbuat banyak

Oh
Jelas kami kecewa
Melihat diri belum berbuat banyak
Jelas kami kecewa
Melihat diri belum berbuat banyak
Untuk Islam
Untuk Umat
Untuk meraih Ridha Allah
Jelas kami kecewa

link asli

Gamalan #13 : Manusia Itu Terlalu Senang 2.0

Standar

manusia itu terlalu senang
terlalu optimis
terlalu sombong
menganggap kekayaannya adalah hasil kerja kerasnya saja
padahal yang dikerjakan hanya begini dan begitu saja

manusia itu terlalu senang
terlalu percaya diri
terlalu sombong
menganggap ilmunya sudah tinggi
mengubah aturan-Nya begitu saja
padahal ilmu hanya begini dan begitu saja

manusia itu terlalu senang
terlalu percaya diri
terlalu optimis
terlalu sombong
menganggap hidupnya masih lama
menganggap matinya akan mulia
padahal bisa mati kapan saja dengan cara apa saja

manusia itu terlalu senang
terlalu sering lupa
terlalu sering lupa sama Al Khaliq

manusia itu terlanjur senang
terlanjur sering lupa
terlanjur sering lupa sama Al Khaliq

manusia itu terlanjur terlalu senang

– ditulis bagi yang merasa

link asli