Gamalan #37 : Hei Pemimpin, Hei Pemimpi

Standar

Hei pemimpin
Hei pemimpi
Yang bermimpi dunia kan damai

Hei pemimpin
Hei penguasa
Yang diberi kuasa ngatur negara

Hei pemimpin
Hei pelayan
Yang ditugasi ngelayani rakyatnya

Hei pemimpi
Tolong bangun
Sudah siang
Kapan kerja

Hei penguasa
Tolong kami
Kuasa itu
Jangan dibuat nyiksa

Hei pelayan
Tolong kami
Dengar kami
Kami ini bukan sampah

Hei pemimpin
Tolong dengar
Suara rakyat ini
Jangan bikin rakyat marah-marah

Iklan

Gamalan #35 : Oh Indonesia (Pelayan Sang Tuan)

Standar

Oh Indonesia dalam pembangunan kerohanian
Oh Indonesia TANAH AIR PARA PEMBOHONG
Sementara banyak rakyatnya hidup di kolong-kolong

Oh Indonesia dalam pembanguna ekonomi
Oh Indonesia TANAH AIR PARA KAPITALIS
Sementara banyak rakyatnya dibiarkan miskin, menangis dan meringis

Oh Indonesia dalam pembangunan keadilan
Oh Indonesia TANAH AIR PARA HARTAWAN
Sementara banyak rakyatnya dipaksa jadi anjing sang tuan

Oh Indonesia dalam pembangunan pendidikan
Oh Indonesia TANAH AIR PARA PENIPU
Sementara banyak rakyatnya sering tuan tipu

Oh Indonesia dalam pembangunan keamanan
Oh Indonesia TANAH AIR PARA JAGOAN
Sementara banyak rakyatnya jadi mainan sang tuan

Oh Indonesia dalam pembangunan demokrasi
Oh Indonesia TANAH AIR PARA POLITIKUS
Sementara banyak rakyatnya dipaksa melayani sang tuan yang rakus

(diambil dari potongan lagu bang iwan, yang berjudul Oh Indonesia (Suksesi) dan diubah seperlunya)

Gamalan #33 : Biarkan Indonesia Berjaya dengan Khilafah

Standar

Penguasa sekarang mudah mengeluh
Berkata selaksa masyarakat tak punya masalah
Saling tuduh sesama penguasa
Layaknya pertengkaran bocah bocah

Pernah kau berjanji bak seorang nabi
Bahwa akan menyejahterakan rakyat
Tapi ternyata malah menyengsarakan rakyat
Tapi ternyata kau seorang pembohong besar

Sayangnya kita tak punya kuasa
Sering cuma bisa gelisah
Kalaupun didengar cuma basa-basi pencitraan
Kalaupun dianggap akhirnya nyerah
kalah kuat sama arus yang ada

Untuk itu kita mengajak Mahasiswa
Melanjutkan perjuangan para pahlawan bangsa
Indonesia Berjaya dengan Khilafah
Dunia bersatu dalam naungan Khilafah

Untuk itu kita mengajak para Ulama
Melanjutkan perjuangan para wali
Mengobarkan bara Islam di Nusantara
Menyatukan dunia dalam naungan Islam

Untuk itu kita mengajak masyarakat
Memperjuangkan Indonesia Jaya dengan Khilafah
Untuk itu kita berdo’a pada tuhan
Biarkan Indonesia Berjaya dengan Khilafah
Biarkan Dunia Bersatu dalam naungan Khilafah

Surabaya, 13 Dzulhijah 1435

Gamalan #32 : Untitled

Standar

Kematian terjadi kapan saja
Beberapa mati diwaktu tidurnya
Beberapa mati diwaktu kerjanya
Beberapa mati ketika sudah tua
Beberapa mati ketika masih muda

Kematian terjadi di mana saja
Beberapa mati di jalanan
Beberapa mati di sebuah ruangan
Beberapa mati di tengah lautan
Beberapa mati di tengah hutan

Kematian terjadi dengan berbagai skenario
Beberapa mati digerogoti penyakit
Beberapa mati ditengah perang
Beberapa mati karena usia
Beberapa mati karena kecelakaan

Kapan kita mati
Dimana kita mati
Bagaimana kita mati
Pertanyaan yang menarik
Tapi tak banyak yang mau menjawab

Bagaimana dengan anda

Surabaya, 6 September 2014

Blab #18 : Jadi, kapan rencanamu untuk mati?

Standar

Sudah lama gak nulis, kenapa? inspirasi? males? saya juga kurang tahu. terus kenapa nulis lagi? lagi pengen? sepertinya begitu.

Singkat saja. I want to talk about Death. Kematian. Ya kematian, kenapa? Karena seperti yang kita tahu, manusia akan mati, saya akan mati, kita akan mati. Mungkin tidak sekarang, bisa jadi 1 hari lagi, bisa jadi 6 jam lagi, 5 menit lagi, atau bahkan dua detik lagi.

Seperti yang ada di postingan sebelumnya, most of people don’t think seriously about death. Tidak percaya? Coba tanya orang disampingmu, “Kapan rencanamu untuk mati?”. Saya tahu ini aneh, bahkan kalau saya bertanya padamu, mungkin jawabanmu juga sama seperti kebanyakan orang lain, “saya tidak tahu”.

Saya tidak bilang, jawaban itu salah. Tapi, jawaban itu juga tidak sepenuhnya benar. Orang yang sadar tentang kematian, dan benar-benar ingin menyiapkan kematiannya tidak akan menjawab dengan jawaban seperti itu.

Jadi, kapan rencanamu untuk mati?

Surabaya, 5 September 2014.

Gamalan #31 : Jangan bicara soal demokrasi

Standar

Jangan bicara soal perubahan
Mari bicara tentang nasib umat Islam
Atau berapa besarnya
Pengorbanan kita untuk Islam

Jangan bicara soal nasionalisme
Mari bicara tentang kita yang tidak tahu hukum Islam
Atau berapa banyaknya
Perbuatan dosa yang kita lakukan

Jangan bicara soal demokrasi
Mari bicara tentang yang kita lakukan untuk da’wah Islam
Atau masih layakkah
Kita untuk masuk Surga-Nya