Blab #20 : Catatan Tentang Passion

Standar

Sebetulnya ngomongin tentang passion itu susah2 gampang. Minimal, sedikit banyak bakalan nyindir motivator tentang passion. Kenapa? karena menurut saya, menyuruh orang mengikuti passionnya itu bisa jadi tidak baik, meskipun, adakalanya bagus juga.

Faktanya, kalau anda bukan berasal dari suku pedalaman, anda seringkali dinasihati, atau setidaknya pernah menerima nasihat seperti ini, bekerjalah sesuai passionmu, maka kau tidak akan pernah merasa pekerjaanmu menjadi beban. Benar? mengaku sajalah, anda tidak perlu berbohong. Setidaknya, kalau anda kuliah (kalau tidak, mungkin anda memang memilih tidak kuliah, kalau tidak mampu, maka saya minta maaf kalau menyinggung perasaan anda), anda pasti disarankan memilih jurusan yang anda inginkan.

Salahkah nasihat itu? hmm, sebetulnya agak susah menjawab pertanyaan ini. Kalau dijawab ya, maka saya nanti akan dikatakan menyalahkan para motivator. Kalau tidak, maka tulisan ini menjadi tidak perlu ditulis. Susah kan? untuk itu, mari kita perkirakan apa yang terjadi bila semua orang mengikuti passion masing-masing.

Coba anda jawab pertanyaan ini, berapa persen petani yang passionnya memang bertani? tak tahu? kita misalkan saja 60%, sisanya memiliki passion berbeda dan memilih untuk mengikuti passionnya. Nah, kira-kira apa yang ada di pikiran anda? bingung? coba jangan hanya memikirkan dari sudut pandang individual saja, tapi lebih luas lagi. Minimal, pertama, jumlah orang yang mengelola tanah pertanian akan berkurang drastis, padahal tiap orang memiliki batasan dalam megelola tanah pertanian. Kedua, akibat kurangnya jumlah petani, produksi pangan berkurang. Hal ini jika ditarik ke level negara, maka setidaknya akan mengakibatkan suatu negara harus impor pangan dan menimbulkan ketergantungan. Belum lagi kalau anak para petani yang ada juga hanya sebagian saja yang memiliki passion untuk bertani, efeknya, jumlah petani akan terus berkurang di tiap generasi. Padahal, faktanya kebutuhan pangan itu hampir selalu naik. Buruk bukan? hanya karena mengikuti passion, dampaknya meluas sampai ke level negara.

Anda mungkin berpikir, itu kan cuma perkiraan, buktinya mana? Kalau begitu, coba tanya orang-orang yang tinggal di pemukiman kumuh di perkotaan, tanyakan sebelum dikota, kerja apa didesa, kenapa kok milih datang ke kota. Coba tanyakan juga ke para petani di desa, anaknya masih ikut kerja di desa atau tidak, kalau anaknya gak jadi petani juga tanyakan kenapa. Coba tanyakan juga pada mahasiswa2 di jurusan pertanian, kalau sudah lulus mau kerja dimana, di pertanian atau di bank. Cobalah bertanya, dan pikirkan. Itu baru satu perkiraan, baru satu contoh. Bayangkan kalau semua orang mengikuti passionnya.

Saya bukan bermaksud menyalahkan para motivator2, atau menyalahkan passion. Tapi, sekedar mengingatkan anda yang ingin mengikuti passion anda. Apakah anda harus mengkuti passion anda dan membuang yang sudah anda lakukan? Tak bisakah anda melakukan keduanya?

Iklan

One thought on “Blab #20 : Catatan Tentang Passion

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s